Tugas Akhir
Mulih: identitas jathilan dalam komposisi karawitan
Penelitian ini berangkat dari fenomena jathilan yang berkembang sangat pesat, terutama pada kreatifitas garap iringannya. Namun, kreatifitas garap tersebut tidak berpijak pada identitas iringan jathilan sehingga kesenian jathilan mulai kehilangan jati diri. Fenomena ini menjadi gagasan utama bagi penulis dalam menciptakan komposisi karawitan yang berpijak pada pola tabuhan iringan jathilan dengan judul Mulih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola tabuhan yang menjadi identitas iringan jathilan untuk diimplementasikan ke dalam karya komposisi karawitan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu practice as research through performance (praktik sebagai penelitian melalui pertunjukan). Proses penelitian terdiri beberapa tahapan, yaitu pra garap, garap, dan pasca garap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) identitas iringan jathilan terdapat pada pola tabuhan-nya. Terdapat lima pola tabuhan sebagai identitas jathilan, yaitu enjer, takur, sendonan, gobyok dan lompong keli. Kelima pola tersebut menjadi tabuhan inti iringan jathilan sehingga menjadi identitas iringan jathilan; 2) pola tabuhan yang merupakan identitas jathilan dapat dikembangkan menjadi komposisi karawitan dengan mengolah harmoni, ritme dan dinamika.
Tidak tersedia versi lain