Tugas Akhir
Penerapan Ruang Multi-Iman Pada Interior Kelenteng Tjen Ling Kiong Poncowinatan Yogyakarta
Kelenteng Tjen Ling Kiong Poncowinatan Yogyakarta merupakan tempat ibadah tradisional Tionghoa yang digunakan oleh umat Tridharma, yaitu Buddha, Konghucu, dan Taoisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konsep multi-iman diwujudkan melalui tata ruang dan elemen interior kelenteng, serta peran simbol-simbol visual dalam menciptakan harmoni antartiga kepercayaan tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, Dokumentasi, dan Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelenteng ini merupakan ruang multi-iman bertipe positif yang diisi oleh simbol-simbol keagamaan dari ketiga ajaran. Penempatan altar mengikuti hierarki kepercayaan, menyesuaikan posisi simbol utama seperti patung Lao Zi, Kongzi, dan Buddha Sakyamuni. Elemen interior seperti warna merah, simbol naga, serta ornamen tumbuhan mendukung nilai simbolik dan fengshui. Tata ruang dan simbol-simbol tersebut memperkuat sinkretisme dan pluralisme yang mencerminkan toleransi serta interaksi positif antar umat beragama. Kelenteng tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mendukung kohesi komunitas dan keberlanjutan nilai-nilai toleransi.
Tidak tersedia versi lain