Tugas Akhir
Proses penciptaan digital musik tari Sraddha dalam ujian koreografi anak kelompok di Universitas Negeri Yogyakarta
Penelitian ini mengkaji proses penciptaan iringan tari berbasis MIDI dalam karya Sraddha sebagai bagian dari pertunjukan koreografi anak kelompok di Universitas Negeri Yogyakarta. Fokus utama penelitian adalah bagaimana unsur musik tradisional, khususnya gamelan Jawa, dipadukan dengan teknologi digital seperti MIDI, VST, dan DAW untuk menciptakan bentuk musikal baru yang bersifat hibrid. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara mendalam dengan komposer dan koreografer, serta dokumentasi audio-visual. Teori Hibriditas Budaya dari Homi K. Bhabha digunakan untuk menganalisis pertemuan antara unsur-unsur tradisional dan kontemporer, sedangkan Teori Emotivisme dari Susanne Langer dimanfaatkan untuk memahami musik dan gerak sebagai ekspresi emosional yang bersifat simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya Sraddha tidak hanya menyajikan perpaduan bunyi tradisi dan digital, tetapi juga menciptakan pengalaman emosional yang kuat melalui integrasi musik dan gerak. Komposer Ryza Wibawa menggunakan MIDI bukan sekadar sebagai alat teknis, tetapi sebagai medium kreatif untuk menyusun struktur musikal yang ekspresif dan spiritual. Bersama koreografer Berlin Siharani Puspita, karya ini menampilkan keterpaduan antara musik, gerak, dan visual sebagai bentuk ekspresi budaya hibrid yang relevan dalam konteks akademik dan pertunjukan kontemporer. Kata Kunci : MIDI, iringan tari, hibriditas budaya, Sraddha, emosi musikal.
Tidak tersedia versi lain