Tugas Akhir
Modernisasi dalam tradisi Batak Toba: perubahan musikal pada upacara Saur Matua di kota Sibolga
Modernisasi merupakan proses perubahan yang membawa kemajuan dengan masuknya teknologi ke berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Kota Sibolga yang terletak di Pantai Barat Sumatera Utara, dihuni oleh beragam kelompok etnis seperti Minang, Nias, Tionghoa, Jawa, dan Batak Toba sebagai salah satu sub etnis terbesar di wilayah ini. Seiring perkembangan zaman, masyarakat Batak Toba di Sibolga juga tidak terlepas dari pengaruh modernisasi, terutama dalam pelaksanaan upacara adat seperti Saur Matua. Modernisasi telah mendorong perubahan dalam tata cara upacara Saur Matua agar tetap relevan dengan kondisi masyarakat masa kini. Beberapa aspek tradisi masih dipertahankan, namun sejumlah elemen, khususnya dalam musik tradisional, mengalami penyesuaian untuk menyelaraskan dengan kebutuhan dan selera modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif etnografi untuk memahami dinamika sosial dan budaya, khususnya praktik musik tradisional Batak Toba pada upacara Saur Matua di Sibolga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan musikal pada upacara ini dipengaruhi oleh masuknya nilai-nilai baru dari agama Kristen, yang mendorong masyarakat untuk mengintegrasikan ajaran agama dengan tradisi budaya. Bentuk musik yang digunakan kini bersifat hibrida, menggabungkan instrumen modern Barat dengan alat musik tradisional Batak, serta menghadirkan repertoar uning-uningan dengan komposisi yang lebih modern, seperti Palti Raja yang terdiri dari tujuh frase baik antacedens dan consequens, dengan motif pengulangan harafiah dan pengulangan sekuens turun. Transformasi ini memunculkan beragam respon di masyarakat, baik berupa penerimaan maupun kritik, menandakan adanya dinamika dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi dan adaptasi terhadap perubahan zaman.
Tidak tersedia versi lain