Tugas Akhir
Penggunaan pola cerita bercabang dengan bentuk alur terpusat pada penulisan skenario film fiksi berjudul "Manungsa"
Kompleksitas manusia dan kehidupannya yang tidak pernah sama dengan manusia lainnya menjadi landasan awal penciptaan skenario ini dilakukan. Penderitaan dijadikan penyebab manusia yang memiliki kehidupan yang berbeda-beda dengan yang lainnya dapat terhubung satu sama lain dalam garis takdir yang sama. Pemilihan bentuk plot menjadi aspek paling penting untuk memaparkan kompleksitas manusia dan penderitaan dalam penciptaan skenario. Penulisan skenario film fiksi “Manungsa” dengan durasi 80 menit ini menceritakan tentang bagaimana setiap tokoh dengan latar belakang berbeda masuk ke dalam rantai penderitaan akibat sebuah kejadian di masa lalu, dan masing-masing memiliki caranya sendiri untuk menghadapinya. Dalam proses penulisannya, digunakan teori multiplot tipe concentric plot (alur terpusat) untuk memaparkan kompleksitas manusia dan penderitaan melalui beberapa tokoh utama yang memiliki alurnya masing-masing. Ada empat alur yang berdiri sendiri, dengan satu dari ketiga alur menjadi benang merah penghubung alur lainnya dalam cerita. Multiplot alur terpusat membebaskan penonton untuk menyusun kepingan-kepingan informasi dan teka-teki dari cerita berdasarkan apa yang didengar, dilihat, dan dirasakan penonton saat mengikuti setiap tokoh utamanya dan mendapatkan jawaban di akhir cerita. Keberadaan tokoh utama Lina, Gendhis, Tanti, dan Gandhes yang berada pada settingnya masing-masing yang disajikan acak pada penciptaan skenario membawa penonton untuk terus mencari tahu siapa sebenarnya setiap tokoh yang ada pada masa yang berbeda, hingga akhirnya satu per satu rasa ingin tahu terjawab menjelang berakhirnya cerita, dan semua tokoh terhubung dalam satu benang merah yang sama karena sebuah kejadian di masa lalu
Tidak tersedia versi lain