Tugas Akhir
Rejung dalam upacara pernikahan adat basemah kota pagar alam provinsi Sumatera Selatan
Rejung merupakan musik yang berpadu dengan sastra lisan atau sastra tutur
yaitu pantun atau prosa dengan iringan instrumen musik Gitar Tunggal. Dalam
penyajiannya kesenian Rejung bisa ditampilkan secara tunggal dan berpasangan.
Rejung pada umumnya ditampilkan secara tunggal tanpa mengiringi apapun dan
dapat disajikan dalam berbagai prosesi kecuali kematian, karena Rejung bersifat
bahagia, syukuran dan hiburan. Khusus pada pernikahan adat, Rejung digunakan
sebagai bagian dalam tari Gadis Tekungkung. Pertunjukan Rejung ditampilkan pada
upacara pernikahan adat Besemah yang menyajikan lagu Gadis Tekungkung untuk
mengiringi sebuah tarian yang dinamai tarian Gadis Tekumngkung. Sehingga muncul
rumusan masalah mengenai bagaimana bentuk penyajian Rejung dalam upacara
pernikahan adat Besemah dan apa makna lirik dari lagu Gadis Tekungkung dalam
upacara pernikahan adat Besemah
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan
etnomusikologis, dengan strategi etnografi studi kasus dan teknik pengumpulan
data meliputi studi lapangan, observasi, dokumentasi, wawancara, studi pustaka dan
melakukan analisis data. Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, Rejung
Gadis Tekungkung ditampilkan pagi hari jam 10:00 WIB sebagai pembuka dalam
acara resepsi pernikahan adat Besemah, dalam penyajiannya terdapat lagu Rejung
Gadis Tekungkung yang dimainkan oleh pemusik yang berpasangan yaitu
perempuan yang bernyanyi dan laki-laki yang memainkan Gitar Tunggal pada saat
lagu dinyanyikan tarian Gadis Tekungkung pun menari di atas pelaminan bersama
pengantin perempuan yang menikah. Dalam analisis makna lagu Gadis Tekungkung
menceritakan ratapan haru seorang gadis yang hendak menikah, karna di dalam
liriknya menggambarkan batasan-batasan dan ikatan-ikatan gerak perempuan
Besemah dalam menjalani kehidupan atau keputusan dalam hidup. Lagu ini
mengisahkan seorang gadis yang hidupnya terikat keluarga dan adat. Sehingga
seorang gadis itu tidak bisa hidup bebas, setelah ia menikah pun kebebasan itu juga
tidak ada bahwa dirinya sepenuhnya dipegang oleh suaminya. Maka dapat
disimpulkan aliran dalam kesustaraan Indonesia pada lirik lagu Gadis Tekungkung
menggunakan aliran determinisme yaitu aliran yang mengajarkan bahwa kemana
manusia itu sebenarnya tidak merdeka dalam mengambil keputusan-keputusan
yang penting, sebab segala tindakannya kelak itu sudah terpasti lebih dahulu
Tidak tersedia versi lain