Tugas Akhir
Lemalo Hudo
Lemalo Hudo merupakan karya yang terinspirasi dari upacara ritual Hudoq
Kawit Hudoq Hudoq Kawit merupakan tradisi kesenian yang sering dilakukan
pada saat selesai menanam benih padi (Menugal) dan penata terinspirasi dari spirit
topeng Hudoq Kap yang menjadi pemimpin penari Hudoq dalam acara Hudoq
Kawit yang ada di Kampung Laham Kab. Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan
Timur. Penata dari kecil hingga dewasa sangat menyukai tarian Hudoq, oleh sebab
itu penata sangat tertarik menjadi seorang seniman dan mencurahkan rasa serta
ketertarikan terhadap sosok karakter Hudoq Kap tersebut ke dalam sebuah
koreografi.
Karya Lemalo Hudo adalah lanjutan dari karya Karang Hudo sehingga
ada beberapa unsur gerak yang digunakan dalam tarian ini yaitu Ngenyah,
Ngancel dan Karang Kayau Gerak dasar dalam karya ini banyak terispirasi dari
gerak-gerak tarian Hudoq Kalimanatan Timur, dengan kualiatas gerak yang keras
sebagai penggambaran panari Hudoq Dayak dan kualitas gerak lembut visual dari
manusia yang mengalami proses transformasi masuk ke alam roh. Motif dasar
tradisi Dayak yang dikembangkan untuk menghasilkan beragam gerak baru yang
dituangkan dalam karya. Selain itu juga penata mencurahkan simbolik ritual untuk
membangun dramatisasi dari awal hingga ahkir.
Lemalo Hudo merupakan karya dalam bentuk koreografi tunggal dengan
garapan tradisi yang dikembangkan menjadi bentuk baru. Iringan musik yang
digunakan tidak lepas dari nuansa Kalimantan dengan tema yang bersifat ritual.
Karya Lemalo Hudo ini memberikan pesan bahwasanya karya yang berpijak dari
tradisi tidak merusak esensi esensi budaya adat istiadatnya, karena hanya
memakai simbolik-simbolik dalam kesenian upacara Hudoq Kawit Uma Laham
Tidak tersedia versi lain