Buku Teks
Perniagaan rempah di perairan Timur dan Timur Laut Kalimantan abad XVI dan XVII
Perairan Kalimantan, khususnya sepanjang pantai Kalirnantan Tirnur dan Utara telah menjadi wahana bagi kegiatan kemaritiman sejak milenium pertama Masehi. Keberadaan dan arti pentingnya tidak bisa dilepaskan dari konteks pengangkutan rempah, terutama yang menghubungkan Bandar Malaka di Sisi barat dan Maluku di Sisi timur. Buku ini banyak menguak dinamika pelayaran, jalur pelayaran, dan perdagangan di perairan timur dan timur laut Kalimantan sejak sebelum kedatangan bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris) hingga era menguatnya dominasi orang Eropa terhadap pelayaran dan perdagangan di Hindia Timur atau Nusantara. Dinamika aktivitas maritim di kawasan tersebut dipaparkan dengan pembagian periode berdasarkan dominasi rezim berikut karakternya.Era sebelum kedatangan orang Barat, ketika perdagangan Indonesia didominasi Oleh kekuatan laut Islam dan kerajaan-kerajaan Hindu terakhir, memberikan warna khusus di jalur ini dengan tumbuhnya kekuatan lokal, seperti Brunei, Kutai, dan Sulu yang identik dengan kekuatan ekonomi yang dominan pada masa itu. Kemudian, kedatangan dan kekuasaan Portugis di Malaka menjadikan jalur tersebut memiliki fungsi khusus, karena letaknya yang menghubungkan Malaka dengan Maluku. Kemunculan perompakan yang dimulai di perairan ini juga menjadi suatu kontribusi besar dalam periodisasi historiografi Indonesia untuk era Portugis. Kemunculan mereka menciptakan pola konflik yang berbeda di kawasan ini dengan di LautJawa atau di Semenanjung Melayu. Era kekuasaan VOC yang menggunakan strategi monopoli perdagangan dalam segala aspeknya dan mengakhiri dominasi laut lokal di Nusantara kembali menciptakan perubahan di perairan utara dan memberikan karakter khusus dengan adanya dikotomi: kematian pelayaran lokal dan kebangkitan kekuatan perompak lokal.
Tidak tersedia versi lain