Tugas Akhir
Peran Literasi Visual Terhadap Kreativitas Mahasiswa Desain Interior ISI Yogyakarta di Era Digital Native
Mahasiswa desain interior perlu memiliki kreativitas dalam menghasilkan rancangan yang berguna (useful), dan dapat dimengerti (understandable). Pendidikan desain interior menghendaki adanya langkah-langkah strategis dalam mempresentasikan karya-karyanya sesuai dengan imajinasi, gagasan, serta alternatif pemecahan masalah. Namun mahasiswa seringkali lebih memikirkan aspek estetis dan teknisnya dibandingkan penguasaan konsep dan penyampaian solusi. Hal ini bisa terjadi dikarenakan kemampuan literasi visual yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan literasi mahasiswa desain interior ISI Yogyakarta di era Digital Native secara kognitif serta pengaruh kemampuan mahasiswa terhadap kreativitasnya. Penelitian kualitatif ini melibatkan studi pustaka, analisis karya, wawancara, observasi, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan model literasi visual Hattwig (2013) yang mencakup tujuh aspek utama. Hasilnya menunjukkan adanya dominasi pada aspek produksi visual, namun pemahaman etika kurang diperhatikan. Ironisnya, di era Digital Native, terdapat kesenjangan digital yang signifikan, meskipun generasi ini sudah akrab dengan teknologi. Melalui hambatan serta tantangan yang dihadapi mahasiswa, perbedaan kemampuan ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Perlu perhatian khusus terkait dukungan dan pengembangan kemampuan literasi visual secara seimbang untuk mencapai kompetensi kreativitas yang matang serta etika profesionalisme yang kuat bagi mahasiswa.
Tidak tersedia versi lain