Tugas Akhir
Membangun Konektivitas Antar Tokoh Menggunakan Framing Dalam Sinematografi Film Fiksi "Kebelet Ngijing!"
Karya penciptaan seni berjudul “Membangun Konektivitas Antar Tokoh Menggunakan Framing dalam Sinematografi Film Fiksi Kebelet Ngijing!” membahas konsep framing dalam sinematografi untuk membangun konektivitas antara karakter dalam film "Kebelet Ngijing!". Melalui observasi kehidupan masyarakat pedesaan di Banjarnegara, film ini mencerminkan pergeseran dari masyarakat tradisional ke modern. Cerita berpusat pada Perwira, seorang tukang sound, dan putranya, Aji, yang berjuang dalam kondisi ekonomi yang sulit. Ketegangan dalam hubungan mereka terjadi karena kesulitan finansial, utang, dan ekspektasi sosial tentang peran laki-laki dalam keluarga. Konsep framing dari Bordwell digunakan sebagai landasan untuk membangun koneksi antar karakter. Pemilihan shot dan framing berperan dalam menggambarkan hubungan dan emosi di antara mereka, membantu menyampaikan pesan cerita secara visual. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan framing dalam pembangunan konektivitas antar karakter dan memperdalam pemahaman akan konsep ini dalam sinematografi, dengan manfaat mencakup peningkatan pengetahuan tentang fungsi framing dalam film dan pengalaman menonton yang memperkaya pemahaman akan hubungan antara ayah dan anak. Dengan demikian, karya penciptaan ini memberikan kontribusi pada pemahaman praktis dan teoritis tentang sinematografi, sambil menawarkan pengalaman menonton yang mendalam tentang hubungan keluarga dalam konteks masyarakat pedesaan.
Tidak tersedia versi lain