Tugas Akhir
Keresahan penyandang buta warna dalam penyutradaraan film dokumentasi "Warna Lain" dengan gaya performatif
Buta warna merupakan sebuah kelainan penglihatan yang menyebabkan seseorang kesulitan dalam membedakan warna-warna tertentu. Kemampuan penglihatan warna yang baik menjadi hal penting, terutama dalam bidang pendidikan dan pekerjaan yang memerlukan kondisi kesehatan bebas buta warna sebagai syarat pendaftaran. Hal tersebut menyebabkan penyandang buta warna merasa resah karena kehilangan kesempatan untuk memilih bidang pendidikan dan pekerjaan tersebut. Film dokumenter “Warna Lain” mengangkat tentang keresahan penyandang buta warna yang disampaikan dengan gaya performatif. Keresahan tersebut meliputi bagaimana reaksi seseorang ketika menyadari bahwa dirinya mengalami kelainan buta warna, kendala dalam keseharian, respon lingkungan sekitar, kekhawatiran masa depan, hingga pembuktian keberhasilan penyandang buta warna dalam melakukan aktivitas yang selalu berhubungan dengan warna. Gaya performatif pada film “Warna Lain” mengedepankan aspek subjektif dan aspek ekspresif, dengan tujuan mempengaruhi penonton untuk dapat merasakan kedekatan dengan subjek melalui keterlibatan pembuat film. Aspek subjektif diwujudkan dengan penggunaan narasi oleh penyandang buta warna dan didukung dengan penggunaan sudut kamera subjektif, sedangkan aspek ekspresif diwujudkan melalui ilustrasi, reka ulang adegan, tanda dengan makna konotasi, penggunaan bait, serta dokumentasi dalam bentuk footage, screen record, dan screenshot.
Tidak tersedia versi lain