Tugas Akhir
Refleksi Toxic Masculinity pada Relasi Ayah dan Anak Menggunakan Disparity of Knowledge dalam Penciptaan Skenario Film "Katineung"
Skripsi ini memaparkan proses penciptaan skenario film Katineung yang merefleksokan toxic masculinity dalam hubungan ayah dan anak. Isu ini diangkat untuk menggambarkan hubungan ayah dan anak yang sering kali terkesan kaku akibat perbedaan pandangan. Fenomena toxic masculinity sering kali hadir secara implisit dalam hubungan keluarga terutama antara ayah dan anak. Dalam konteks penciptaan karya film, tema ini relevan untuk diangkat sebagai refleksi atas isu sosial yang kerap terabaikan. Penciptaan skenario ini memanfaatkan teory disparity of knowledge yang dikemukakan oleh Edwarf Branigan untuk menarasikan konflik dalam keluarga, dengan memperlihatkanperbedaan informasi antar karakter sebagai car untuk menggambarkan toxic masculinity dan menggambarkan bagaimana perbedaan pengetahuan dan pengalaman antara kedua karakter utama mempengaruhi dinamika hubungan mereka. Struktur naratif yang digunakan adalah penuturan nonlineaar yang dibagi dalam delam delapan sekuen, menciptakan elemem-elemen dramatik seperti konflik, suspense, coriosity, dan surprise. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa teoaridisparity of knowledge berperan penting dalam emperkaya aspek dramatik dan naratif cerita. Selain itu, penerapanteori ii bersama dengan plot non-linear memungkinkan audiens untuk lebih mendalami perjalanan da perspektif setiap karakter dalam menghadapiisu toxic masculinity. Skenario inidiharpkaan tidak hanya menjadi karya artisitik tetapi juga alat untuk memicu diskusi tentang pentingnya mendobrak pola-pola toxic masculinity dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak tersedia versi lain