Tugas Akhir
Adaptasi kisah Batari Durga pada penceritaan film animasi "Pintu Di Antara" menggunakan teknik penceritaan restricted narration sebagai upaya perlawanan terhadap patriarki
Film animasi "Pintu di Antara" hadir sebagai upaya visual untuk melawan praktik patriarki yang masih mengakar dalam masyarakat. Melalui adaptasi tokoh mitologi Batari Durga, film ini menawarkan representasi simbolis bagi perlawanan perempuan terhadap dominasi laki-laki. Dengan mengadopsi teknik restricted narration, penonton diajak untuk mengalami langsung dilema dan perjuangan tokoh utama, Rani, yang terjebak dalam hubungan yang tidak sehat. Teknik penceritaan ini memungkinkan penonton untuk lebih empati dan terhubung dengan karakter Rani, sehingga secara tidak langsung turut serta dalam perlawanan terhadap norma-norma patriarkal yang membatasi kebebasan perempuan. Film ini tidak hanya menyuarakan pentingnya kesetaraan gender, tetapi juga mengundang refleksi kritis terhadap konstruksi sosial gender yang masih berlaku hingga kini. Melalui visualisasi yang kuat dan narasi yang mendalam, "Pintu di Antara" berupaya membuka ruang dialog mengenai kekerasan berbasis gender dan mendorong perubahan sosial yang lebih inklusif.
Tidak tersedia versi lain