Tugas Akhir
Fenomena Alam "Api Biru" Kawah Gunung Ijen Bondowoso dalam Selendang Batik
Penciptaan karya selendang dengan judul Fenomena Alam Api Biru Kawah Gunung Ijen dalam Selendang Batik ini merupakan wujud dari salah satu fenomena alam langka yang ada digunung Ijen. Bertujuan sebagai media untuk memperkenalkan daerah Kabupaten Bondowoso sebagai salah satu wilayah yang juga diakui UNESCO sebagai daerah dari kawasan Gunung Ijen dan api biru yang diwujudkan kedalam sebuah karya selendang batik. Metode pendekatan yang digunakan dalam karya selendang batik ini yaitu teori estetika oleh A.A.M Djelantik, teori ini digunakan sebagai acuan dalam membuat karya. Sedangkan metode penciptaan karya menggunakan metode tiga tahap enam langkah proses penciptaan karya seni kriya dari SP. Gustami. Tiga tahapan utama yang digunakan dalam penciptaan seni kriya yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan karya. Wujud karya yang diciptakan berupa selendang berukuran 50 x 200 cm dengan menggunakan bahan kain sutera, menggunakan bahan pewarna alam berupa indigovera tinctoria dan kulit pohon mahoni. Penciptaan karya ini menggunakan teknik batik tulis halusan dengan menggunakan canting isen dan canting merem, teknik pewarnaan yang digunakan adalah teknik tutup celup. Karya yang dihasilkan berjumlah 5 dalam bentuk karya selendang batik, dengan menggunakan palet warna batik klasik, yaitu biru, putih, cokelat, dan hitam, penggunaan bahan kain sutera dan pewarna alam ini digunakan agar karya yang dihasilkan memiliki kesan yang mewah dan mahal. Karya selendang yang dihasilkan, yaitu berjudul (1) “Rabek”, (2)”Jhâghâ”, (3)”Asonar”, (4)”Odik”, (5)”Sowarghâ Sè Ngitek”. Dalam karya ini memvisualisasikan bagaimana proses munculnya fenomena alam api biru yang ada di Gunung Ije
Tidak tersedia versi lain