Tugas Akhir
Perancangan Interior Gedung Gereja HKBP Reformanda Di Bandung Dengan Standar Desain Inklusif
Penerapan desain inklusif mampu menjawab berbagai permasalahan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, penerapan desain inklusif pada bangunan publik, salah satunya bangunan tempat ibadah, di Indonesia masih sangat minim. Berangkat dari hal tersebut perancangan interior HKBP Reformanda di Bandung dilakukan untuk ikut serta memajukan inklusivitas bangunan publik, khususnya bangunan ruang ibadah, di Indonesia dengan pernyataan masalah, bagaimana cara merancang ruangan gedung gereja HKBP Reformanda dengan dengan standar desain inklusif yang lebih tinggi dan sirkulasi ruang yang lebih maksimal tanpa meninggalkan kebudayaan suku Batak Toba dalam Desain. Perancangan yang dilakukan dengan metode Design Thinking mampu menjawab pernyataan masalah tersebut dengan memberi serta meciptakan berbagai solusi desain ruang melalau pemilihan warna, perancangan bentuk, serta penerapan berbagai fasilitas akses. Penerapan yang dihasilkan pada desain meliputi penggunaan skem warna dan material earthy, elemen dekoratif stilasi bentuk dari motif adat batak, ruangan dengan desain fungsional dan fleksibel, serta berbagi fasilitas aksesibilitas
Tidak tersedia versi lain