Tugas Akhir
"Sonata n0. 1 dalam C mayor, opus. 15" untuk string ensemble : Implementasi idiom pelog dalam struktur sonata
Sonata khususnya pada abad ke XVII - XVIII di Italia, pada saat itu gaya komposisi didominasi oleh kemunculan bentuk sonata. Bentuk sonata mewakili semangat eksplorasi musik instrumental yang mulai memisahkan diri dari musik vokal. Penulis tertarik untuk meramu komposisi musik sonata untuk instrumen gesek yang menggunakan idiom pelog sebagai material utama. Rumusan ide Penciptaan karya ini yaitu untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi keterbatasan struktur harmoni dari idiom (tangga nada pentatonis) pelog untuk menghadirkan karakter sonata pada karya ”Sonata No.1 dalam C mayor, Opus.15”. Idiom pelog memiliki keterbatasan dalam hal struktural harmoni yaitu progresi yang terbatas dikarenakan hanya memiliki lima nada saja dalam satu oktaf. Penulis menggunakan idiom pelog dikarenakan jika tetap menggunakan titi laras pelog tradisi akan mengalami kontradiksi dalam hal penalaan jika dimainkan ke dalam instrumen barat yang menggunakan sistem diatonis. Penelitian ini ditujukan untuk menghadirkan karakter musik pada struktur sonata. Proses penelitian pada komposisi “Sonata No.1 dalam C mayor, Opus.15” ditujukan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang dilakukan dengan melalui merumuskan ide penciptaan, mengkaji sumber literatur dan karya, proses mengumpulkan data, dan melakukan analisis naratif dalam gerakan pertama yang merupakan bentuk sonata dalam sonata ini. Karya ”Sonata No.1 dalam C mayor, Opus.15” dapat diketahui bahwa dalam upaya untuk mengatasi keterbatasan struktur harmoninya dan menghadirkan karakter musik dalam struktur sonata dapat dilakukan dengan menerapkan manipulasi ritme, manipulasi tekstur, dan manipulasi sentralisasi. Manipulasi perlu dilakukan dikarenakan bahwa sonata merupakan prosedur komposisi bukan sebatas aturan bentuk musik. Sebagai prosedur maka pembentukan karakter musik sonata tidak semata ditentukan oleh aturan bentuk.
Tidak tersedia versi lain