Buku Teks
WS Rendra: anatomi intrik, politik, kekuasaan dan demokrasi dalam panembahan reso
Sebagaimana diketahui bahwa drama sesungguhnya termasuk kategori karya sastra (Eslin, 1991: 24, 79; Reaske, 19661 5; Djoko Damono, 1983: 149; Wellek dan Warren, 1989: 300). Menurut Wellek dan Warren sejak zaman Aristoteles karya drama telah disebut sebagai salah satu genre sastra disamping epik dan lirik. Karena itu, tidak mengherankan apabila banyak ahli sastra yang menganggap drama sebagai salah satu genre sastra selain puisi dan cerita rekaan (Budi Darma, 1990: 345, S. Effendi dalam Lukman Ali Ed., 1967: 156). Kenyatannya drama memang dekat dengan salah satu genre sastra, khususnya jenis cerita rekaan atau fiksi (Djoko Damono, 1983: 150). Dikatakan lebih jauh oleh Djoko Damono bahwa beberapa pengertian alur, tema, latar, penokohan, dan konflik bisa dikenakan pada kedua jenis karya sastra itu. Hanya saja ketika drama dipentaskan tokoh dan peristiwa betul-betul bisa menjelma secara visual (Djoko Damono, 1983: 2 WS RENDRAAnatomi Intrik Politik, Kekuasaan, dan Demokrasi dalam Penembahan Reso 150-151). Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa ketika drama dibaca, ia tidak ubahnya seperti sebuah karya sastra yang lain, sedangkan saat dipentaskan ia telah menjadi bagian integral dari peristiwa teater secara keseluruhan.
Tidak tersedia versi lain