Tugas Akhir
Bulat Até
Karya Bulat Até berawal dari keinginan mengungkapkan kegelisahan pribadi selama menempuh masa perkuliahan melalui penciptaan karya tari. Bulat Até diterjemahkan dari Bahasa Aceh yang berarti konsisten. Pada karya ini penggunaan kata konsisten mengacu pada keselarasan antara perkataan, sikap, dan perilaku. Karya Bulat Até menceritakan pengalaman empiris yang berupa tantangan berbusana hijab di lingkungan pendidikan seni, dengan menghadirkan konsep makna sebuah adaptasi dan negosiasi untuk mendukung konsistensi kewajiban sebagai perempuan Aceh yang berjilbab. Penciptaan mengacu pada metode Alma M. Hawkins meliputi eksplorasi, improvisasi, komposisi, dan evaluasi. Metode ini tidak dilakukan secara berurutan dan setiap tahapan diikuti evaluasi. Karya Bulat Até menggunakan tipe tari studi dan dramatik, diwujudkan secara simbolik representasional dengan ditarikan oleh tujuh penari perempuan. Dibagi menjadi empat bagian sesuai dengan kebutuhan karya. Posisi sikap duduk bersimpuh menjadi dasar sikap pada karya Bulat Até. Karya Bulat Até merupakan sebuah karya tari yang menghadirkan teknik enjut dari dalam tari Ratoh Jaroe sebagai simbol tantangan berkonsistensi dalam beradaptasi di lingkungan pendidikan seni. Musik iringan dalam bentuk MIDI Live Music dengan lima pemusik, menggunakan instrumen Rapa’i, Serune Kalee, Gong Kempul, Bedug, Kendang, Gongseng, Sequencer dan vokal untuk memperkuat makna setiap bagian. Busana yang dikenakan berupa baju kurung modifikasi, celana panjang, kaos kaki, ciput ninja, serta topi panjang berbentuk kotak. Tujuan karya ini untuk menjadi media refleksi dan eksistensi terhadap segala sesuatu dapat dijalani dengan melihat pola lingkungan melalui adaptasi dan negosiasi. Karya tari “Bulat Até” adalah bentuk ekspresi seni Islam melalui pembuktian dari konsistensi berkarya di lingkup seni dengan mengikuti kaidah-kaidah Islam. Dipentaskan di Proscenium Stage Jurusan Tari ISI Yogyakarta
Tidak tersedia versi lain