Tugas Akhir
Peran Kepemimpinan Anung Suyatna dalam Pengelolaan Sanggar Seni Langgeng Panggalih Desa Kalianyar Kabupaten Cirebon
Kabupaten Cirebon memiliki banyak sanggar seni yang bertujuan untuk memperkenalkan kebudayaan di Kabupaten Cirebon salah satunya adalah Sanggar Langgeng Panggalih. Peran pemimpin dalam pengelolaan sanggar sangat penting guna mencapai tujuan pengelolaan sanggar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Anung Suyatna dalam pengelolaan Sanggar Langgeng Panggalih di Desa Kalianyar, Kabupaten Cirebon. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, analisis menggunakan fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) teori George Terry dan gaya kepemimpinan situasional pendekatan Path Goal teori yang dikembangkan oleh Robert House untuk memahami gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Anung Suyatna dalam pengelolaan sanggar Sanggar Langgeng Panggalih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan Sanggar Langgeng Panggalih yang melibatkan anggota dalam bentuk partisipasi dan kebebasan berpendapat di mana anggota sanggar dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan proses pengelolaan secara keseluruhan. Dapat disimpulkan bahwa Anung Suyatna menerapkan gaya kepemimpinan partisipatif. Pencapaian tujuan pengelolaan terbukti dari meningkatnya tawaran pementasan Sanggar Langgeng Panggalih dan siswa sanggar juga mulai banyak mengikuti kegiatan pementasan terutama program pelatihan tari topeng. Hal ini membuktikan efektivitas gaya kepemimpinan Anung Suyatna dalam mencapai tujuan pengelolaan Sanggar Langgeng Panggalih
Tidak tersedia versi lain