Tugas Akhir
Penguatan perubahan karakter tokoh utama melalui gaya busana maskulin ke feminin film "Wasiat"
Karya tugas akhir penciptaan seni yang berjudul “Penguatan Perubahan Karakter Tokoh Utama Melalui Gaya Busana Maskulin Ke Feminim Film Wasiat” merupakan karya film pendek yang bercerita tentang seorang anak yang akan mengalami menstruasi pertamanya. Overthinking akan sakit perut yang disebabkan oleh PMS (Pre Menstrual Syndrom), membuatnya berubah menjadi lebuh baik untuk menyiapkan kematiannya. Gaya busana pada karya ini mendukung adanya perubahan karakter tokoh utama yang berawal dari gaya busana maskulin menjadi feminim. Gaya busana yang mencakup kostum, dan tata rias bisa mencerminkan karakter tokoh, citra diri dan emosional yang dialami tokoh. Gaya busana maskulin dan feminim dengan latar waktu tahun 2010 dengan berbagai karakteristiknya mendukung. Seperti gaya busana maskulin dengan karakteristiknya berwarna biru, dengan potongan pakaian yang less curvy dengan bahan kaku dan memiliki pola yang tegas seperti strip dan kotak-kotak. Adapun karakteristik gaya busana feminim yaitu berwarna cerah seperti warna kuning dan pink, dengan bahan yang halus, dan memiliki pola lengkung. Ajeng merupakan anak yang tomboy, dengan gaya busananya yang cenderung maskulinn. Namun seiring perubahan karakternya yang awalnya cuek, keras kepala, menjadi sosok yang lemah lembut dan berfikiran terbuka, gaya busananya berubah menjadi cenderung lebih feminim. Gaya busana ajeng yang menggunakan warna-warna maskulin seperti biru, abu-abu, dengan bahan kaku jeans, linen, dengan potongan yang lurus seiring perubahan gaya busananya menjadi ke warna-warna yang lebih feminim, seperti hijau, kuning dan pink, dengan bahan yang lebih lembut dan memiliki garis lengkung, seperti dress.
Tidak tersedia versi lain