Tugas Akhir
Konservasi karya-karya gerakan seni rupa baru (1973-1979) di Galeri Nasional Indonesia
Warisan budaya merupakan aset bangsa yang harus dilestarikan, termasuk karya-karya yang berasal dari Gerakan Seni Rupa Baru (GSRB) yang merupakan penanda awal sejarah seni rupa kontemporer di Indonesia, ditandakan dengan medium karya yang non-konvensional dan latar belakang sosial-politiknya. Salah satu cara untuk melestarikan karya adalah dengan melakukan konservasi, seperti apa yang dilakukan oleh Galeri Nasional Indonesia (GNI) sebagai sebuah museum yang menjadi pusat dokumentasi seni rupa modern dan kontemporer Indonesia. Konservasi karya-karya GSRB cukup dekat dengan teori konservasi seni rupa kontemporer yang didasarkan pada medium dan material baru serta non-konvensional yang belum pernah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya konservasi yang dilakukan oleh GNI terhadap koleksi GSRB. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan menggunakan metode observasi, studi dokumentasi, dan wawancara untuk mengumpulkan data-data yang relevan dengan objek penelitian. GNI memiliki 10 karya GSRB yang dibagi berdasarkan jenisnya; lukisan, grafis, patung, dan instalasi dan telah diterapkan tiga jenis konservasi; preventif, remedial, dan restoratif, yang diaplikasikan sesuai dengan kondisi sebuah karya. Karya-karya GSRB memiliki variasi medium dengan satu sama yang lain dan tidak semuanya menggunakan medium yang non-konvensional atau di luar lukisan, grafis, dan patung. Variasi medium dalam satu karya hanya terlihat pada karya-karya instalasi, yang juga mempunyai riwayat tindakan konservasi yang lebih mendekati konservasi karya seni rupa kontemporer. Konservasi tersebut melibatkan pendekatan interdisipliner dan non-konvensional, yang disebabkan oleh komponen-komponen yang mempunyai aspek kesementaraan (ephemerality) dan usang oleh waktu (obsolescence).
Tidak tersedia versi lain