Tugas Akhir
Tabuik sebagai ide penciptaan motif batik dalam busana ready to wear - muslim
Tabuik sebagai sumber ide penciptaan motif batik dipilih karena banyak makna yang disampaikan dalam Tabuik, dalam penciptaan ini mengambil lima bagian makna dari Tabuik seperti sebagai pelindung dan melambangkan delapan suku (bungo salapan), sebagai simbol untuk mengajak kita belajar dari sifat (kalajengking), menggambarkan sebuah adat dan agama saling bersatu (tonggak atam), buraq, dan simbol tungku sajarangan (salapah). Atas dasar itulah penulis ingin menciptakan karya Tugas Akhir berupa penciptaan motif batik yang diwujudkan kedalam busana ready to wear-muslim. Metode penciptaan terdiri dari tiga tahap yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Eksplorasi dilakukan dengan mengambil informasi dan mencari referensi, perancangan proses mewujudkan rancangan menjadi sebuah karya jadi yang dikerjakan dengan teknik dan tahapan yang sudah ditentukan. Teknik pengerjaan karya meliputi teknik perancanga, teknik pola sistem praktis, teknik pembatikan, teknik penjahitan busana, teknik finishing. Tahap pengerjaan karya dimulai dari perancangan desain, pembuatan pola busana, menjiplak pola busana di kain, menjiplak motif batik pada pola di kain, membatik, pewarnaan, pelorodan batik, menjahit dan terakhir finishing. Enam karya yang diwujudkan memiliki judul yang sama yaitu “Liring” Batik dibuat dengan teknik batik tulis dan cap menggunakan teknik pewarnaan tutup celup. Pewarnaan yang digunakan napthol dan indigosol, bahan utama batik adalah kain katun natural.
Tidak tersedia versi lain