Tugas Akhir
Ritual Ulaon unjuk dalam perkawinan masyarakat Adat Toba : Sebuah kajian pergelaran budaya
Ulaon Unjuk merupakan ritual perkawinan masyarakat Batak Toba yang berperan mewujudkan tujuan eksistensial hagabeon, hamoraon, dan hasangapon. Ulaon Unjuk wajib dilaksanakan agar pengantin memperoleh validasi secara sosial sebagai masyarakat adat Batak Toba. Penelitian ini meneliti Ulaon Unjuk di Desa Sigotom pada tanggal 2 Desember 2022 untuk menganalisis bentuk pertunjukan, pengaruh dan dampak modernisasi, serta proses transmisi nilai-nilai budaya dalam rangkaian pergelarannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis etnografi untuk pengumpulan data. Data yang terkumpul dianalisis secara naratif dan induktif menggunakan pendekatan cultural performance dan sosiologi teater. Selanjutnya hasil penelitian ditulis menggunakan teknik penulisan laporan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ritual Ulaon Unjuk dilakukan berdasarkan urutan dan aturan tertentu, bersifat non produktif, menggunakan objek simbolik, serta memiliki ruang pergelaran. Hal ini berimplikasi bahwa Ulaon Unjuk memuat aspek pertunjukan dan memiliki persamaan dengan teater. Ritual ini juga melibatkan konsep Dalihan Na Tolu yang merupakan inti dari nilai-nilai kebudayaan masyarakat Batak Toba, yang mencakup aspek-aspek seperti Patrilinealitas, Marga, Marhobas, Tudu-Tudu Sipanganon, Jambar, Marsisisean, Ulos, Tortor, Tandok, dan lain-lain. Perlaksanaan Ulaon Unjuk saat ini mengalami banyak perubahan akibat modernisasi, seperti munculnya fenomena Ulaon Sadari, Ulaon Ditaruhon Jual, Sopo Godang, jasa katering, dan lain-lain. Kesimpulannya ritual Ulaon Unjuk merupakan pergelaran budaya yang memuat peristiwa teater, mentransmisikan nilai-nilai budaya masyarakat Batak Toba, dan mengalami beberapa perubahan akibat modernisasi.
Tidak tersedia versi lain