Tugas Akhir
Bentuk dan struktur garap karawitan dalam sajian Beksan Inum di Pura Pakualaman
Skripsi yang berjudul “Bentuk dan Strukutur Garap Karawitan dalam Sajian Beksan Inum di Pura Pakualaman” ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan struktur garap penyajian karawitan serta korelasi karawitan dan tari dalam sajian Beksan Inum di Pura Pakualaman. Beksan Inum merupakan bentuk tari klasik yang ada dan berkembang di pura pakualaman Yogyakarta. Beksan Inum adalah buah karya oleh Paku Alam II pada abad-19, yang bertahta antara tahun 1829 sampai dengan 1858. Beksan Inum ini ditampilkan oleh 4 orang penari laki-laki dengan gerakan yang sangat spesifik, karena gerakan tersebut terdapat ragam gerak pajek sabetan yang merupakan ciri khas Pura Pakualaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan penyampaian deskriptif analisis, yaitu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data yang telah terkumpul. Hasil penelitian ini menemukan kesimpulan bahwa adanya penggunaan kandha pada struktur garap pada penyajian Beksan Inum yang meliputi Lagon Wetah, Kandha, Ketawang Gendhing Boyong, Ladrang Inum, Playon, dan Lagon Jugag laras slendro pathet manyura. Garap irama pada sajian Ketawang Gendhing Boyong dan Ladrang Inum menggunakan irama I dan irama II, pada sajian Ladrang Inum dimainkan dinamika pada iramanya secara bergantian. Selain itu, korelasi Ketawang Gendhing Boyong dan Ladrang Inum pada hubungan karawitan dengan tari yaitu adanya peran bangunan dinamika irama dan laya dalam sajian Beksan Inum, salah satunya pada perubahan irama dan laya gendhing pada Ladrang Inum sehingga menjadi keunikan garap yang khas dari tarian ini.
Tidak tersedia versi lain