Penelitian
Ruang kreatif sebagai media Iiteraksi dan ekspresi untuk mendukung pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi kreatif di Kelurahan Gunungketur Kecamatan Pakualaman Yogyakarta
Yogyakarta merupakan daerah istimewa (selain DI Aceh) yang dinilai memiliki kebudayaan tradisi yang memiliki nilai-nilai luhur yang harus dilestarikan. Perlestarian kebudayaan tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah saja, namun perlu peran serta dari setiap lapisan masyarakat. Salah satu usaha untuk pelestarian budaya di Yogyakarta adalah dengan menyediakan ruang publik. Fungsi ruang public tersebut adalah untuk mengakomodasi kegiatan-kegiatan kreatif dalam merawat nilai-nilai tradisi. Kelurahan Gunungketur merupakan salah satu dari dua kelurahan yang berada di wilayah Kemantren Pakualaman Kota Yogyakarta. Wilayah ini termasuk dalam zona penyangga Cagar budaya, sehingga dipandang perlu untuk membuat ruang publik di wilayah penyangga cagar budaya sebagai wadah interaksi dan ekspresi dalam konteks kontribusi seni untuk industri ekonomi kreatif bagi warga dalam usaha pelestarian budaya yang nantinya turut mendukung sektor priwisata. Metode desain eksperimental yang akan digunakan pada perancangan ruang kreatif (creative space) ini dengan menggunakan metode metode kilmer dan eco cultural design.. TKT (tingkat kesiapan teknologi) adlah no 2 dimana luaran perancangan ini berupa desain yang didahului dengan riset terkait potensi dan permasalahan yang ada di wilayah Keluarahan Gunungketur. Hasil dari perancangan ini juga bisa dijadikan model untuk pengembangan ruang kreatif yang ada di lahan terbatas.
Tidak tersedia versi lain