Tugas Akhir
Bunga di Padang Gurun
Karya “Bunga di Padang Gurun” menciptakan gambaran visual yang kontras antara sesuatu yang penuh kehidupan dan indah (bunga) dengan latar belakang yang tandus dan keras (padang gurun). Secara umum, judul ini dapat diartikan sebagai simbol harapan, keindahan, atau pertumbuhan yang muncul di tengah-tengah kesulitan dan kekeringan. Di dalam konteks pertobatan dan pembebasan, Maria Magdalena representasi dari judul “Bunga di Padang Gurun” yang memiliki makna khusus. Bunga, sebagai simbol kehidupan dan keindahan, bisa merepresentasikan perubahan positif dan pertumbuhan rohaniah yang muncul dalam hidup Maria Magdalena setelah pertemuannya dengan Yesus. Padang gurun mencerminkan kondisi kehidupan sebelum pertobatan, yang keras dan tandus. Karya tari ini diwujudkan dalam bentuk koreografi kelompok dengan komposisi 8 penari. Tipe penyajian yang digunakan yaitu tipe dramatik. Karya ini diiringi musik dalam bentuk instrument musik elektrik atau MIDI (Musical Instrument Digital Interface). Karya ini dipentaskan di Proscenium Stage Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Yogyakarta. Karya ini terdiri dari tiga adegan yaitu adegan pertama menggambarkan pertentangan spiritual, adegan kedua pertemuan Maria Magdalena dengan Yesus Kristus, adegan ketiga tentang simbol pembebasan. karya tari ini berdurasi 19 menit.
Tidak tersedia versi lain