Penelitian
Efektivitas intervensi musik untuk mendukung target hipnoterapi
Latar belakang: Musik telah berabad lamanya diasosiasikan dengan kondiai trans tetapi belum banyak wacana yang membahas tentang musik sebagai salah satu bentuk hipnosis atau "cuci otak" Bahkan mulai sejak era Mesmer yang menggunakan harmonika kaca termasuk timbulnya dugaan bahaya pesan subliminal dalam musik-musik heavy metal, sehingga gagasan bahwa musik dapat memengaruhi pengendalian diri pendengar telah menjadi tema yang makin dikenal. Secara khusus, sebenarnya konsep respons otomatis dan refleks terkondisi telah menjadi dasar model psikologi fisiologis ketika orang diasumsikan rentan terhadap rangsangan eksternal seperti musik. Banyak dokter. psikolog dan kritikus hingga saat ini masih mempertanyakan efek musik yang dapat melampaui dinamika kelompok serta perubahan perilaku dalam konteks ritual dan peperangan yang diasumsikan menghipnotis' atau 'mencuci otak seseorang Maka, hipnotisme dan musik juga berperan dengan munculnya 'psikologi fisiologis' yang menganggap kondisi hipnosis sebagai fenomena otomatis atau refleks fisik. Mulai dari suara gong dan garpu tala yang digunakan untuk menginduksi trans hipnosis hingga ke eksperimen dengan menggunakan suara untuk refleks terkondisi respons otomatis terhadap suara, berefek pada fisiologis melalui pikiran sadar dan mendominasi diskusi hipnosis musik. Sementara itu, banyak literatur menginformasikan bahwa musik memainkan peran penting dalam magnetisme hewan melalui teknik yang diciptakan sejak 1770-an oleh Mesmer, seorang dokter kebangsaan Jerman, menggabungkan penyembuhan pasiennya dengan teori alam semesta sehingga dapat dimanipulasi untuk kepentingan kesehatan Oleh karenanya, kehadiran hipnotisme dianggap lahir dari perlakuan tersebut walaupun ada yang menggunakan istilah 'magnetic sleep untuk pencapaian kondisi hipnosis melalui magnetisme hewan Maka, Mesmer menganggap magnetisme hewan sebagai sebuah 'getaran simpatik yang memiliki kesamaan dengan musik dan dipercaya bahwa hal itu dapat dikomunikasikan, disebarkan, serta diperkuat oleh suara. Beberapa ahli pada zaman itu percaya bahwa penggunaan alat musik seperti piano, biola, dan harpa di dalam terapi sebenarnya makin memperkuat pandangan teori sebelumnya. Saat inı hipnoterapi berkembang pesat di Indonesia dengan berbagai asosiasi hipnoterapi tersertifikasi olch BNSP yang menyelenggarakan pelatihan serta melakukan intervensi penyembuhan aneka gangguan. Namun demikian, belum ada yang dengan sengaja menggunakan musik sebagai bagian dari intervensi untuk mencapai sasaran
hipnoterapi Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mengidentifikasi efektivitas konsep sebelumnya bahwa musik memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan perlakuan hipnoterapi Selain itu juga diharapkan, seni ke depan mendapat perhatian agar manfaat musik dikembangkan melalui penerapannya dalam praktuk hipnoterapi
Metopen: Penelitian ini menggunakan kuası eksperimen one post-test design only pada kelompok subjek yang sama Sampel dalam penelitian ini adalah orang dewasa yang telah memperoleh asesmen tanpa memiliki gangguan pendengaran atau kesehatan tertentu Total sampel sebanyak N-20 diberi intervensi musik
Tidak tersedia versi lain