Penelitian
Reinstrumentasi toccata in D-Minor untuk menstimuli minat mendengarkan musik Barok
Latar belakang: Musik sent telah berabad lamanya dipelajari dan ditekum hingga saat ini bahkan karya-karya para komponis besar diasosiasikan dengan karya abadi Salah satu faktor yang menjadikan eksistensi musik sent hingga sekarang adalah karena dalam pertunjukannya sangat dipengaruhi oleh konduktor Terutama sekali jika karya tersebut dipertunjukkan dalam format orkestra yang melibatkan puluhan musisi pendukung. Di satu sisi secara visual selain menyaksikan panggung penuh dengan musist juga mendengarkan karya para komponis dalam berbagai macam warna suara Sementara di sisi lain ada musık seni yang dumamkan secara solo, duet, atau kelompok (musik kamari Sering kali mustsi solis atau kamar lebih konsentrasi pada keterampilan teknik sehingga melupakan aspek audiens yang butuh sensasi auditit dan pertunjukan musik Pada kenyataannya, tantangan musisi musik seni adalah karena sebagian besar masyarakat tidak paham musik sent. baik karena kurangnya pengetahuan dan maraknya musik industri yang jauh lebih mudah dicerna. Hal im terjadi karena dalam pendidikan musil sent pun masih mempertahankan tradisi sem tinggi sesuat dengan sumbemya di Eropa. Musik suni memlika muatan musikologi yang berasal dari dısıplın matematika sehingga dalam bentuk pertunjukanpun secara implisit mensyaratkan audiens memiliki latar belakang pengetahuan musik Di negara kita yang sedang mengembangkan serta memperkuat ekonomi kreatif maka diperlukan terobosan kreatif agar musik seni dapat semakin digemari schingga membawa dampak positif bagi musisi musik seni Hampir dipastikan hingga saat ini belum banyak upaya edukası meningkatkan minat mendengarkan musik seni dikarenakan membutuhkan pembelajaran yang lama Maka, diperlukan strategi untuk meningkatkan minat ketertarikan mendengarkan musik seni agar dapat memicu motivasi ingin lebih mengetahui dan belajar Salah satu genre musik sem yang dianggap berkualitas dengan standar tinggi adalah Barok (abad 16-17) Secara teknis, cut musiknya antara lain. menggunakan melodi yang cenderung lincah dan banyak menggunakan ornamen tetapi hanya memilikı dinamika forte (kuat) dan piano (lembut) saja Era tersebut juga sering disebut sebagai awal gaya modern terutama bentuk baru terkait instrumentast, metode ide walaupun tidak sama sekali meninggalkan gaya zaman renaisans Menariknya lagı musık barok sebenarnya memiliki citi pada ornamen yang bersifat improvisatoris dan diserahkan kepada spontanitas pemain sehingga tidak selalu ditulis dalam bentuk partitur
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rekayasa pada instrumen darı toccata in d minor karya Johann Sebastian Bach yang menggunakan organ serta mengidentifikasi respons minat pendengar terhadap musik barok terutama pada kaum remaja yang memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan ckonomi kreatif industri musik Selam itu juga diharapkan, musik seni ke depan lebih banyak mendapat penggemar setelah dilakukan reinstrumentasi
Metopen: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan one posttest design only dan sampel dalam penelitian ini adalah remaja yang sedang belajar musik seni Total sampel sebanyak N-100 mendengarkan rekaman musik seni yang belum dan sudah direinstrumentasi Luaran yang ditargetkan: berupa artikel vang dipublikasikan dalam jurnal Sinta 2 dan KI (partitur musik)
Uraian TKT (4-6): Penelitian ini dilakukan dengan uji coba produk dengan menghasilkan prototipe berupa partitur reinstrumentası musik barok Adapun pencapaiannya adalah publikası artikel hasil penelitian dalam jurnal Sinta 2 dan kekayaan intelektual berupa karya musik.
Tidak tersedia versi lain