Penelitian
Eksplorasi reog wayang dalam perancangan skenario film Mbarang dengan rrestricted narration
Film adalah media hiburan sekaligus media informasi. Sebuah film bisa menjadi penyimpan informasi tentang budaya yang makın dilupakan masyarakat, seperti kesenian rakyat tradisional Film juga bisa menjadi media untuk mengenalkan informasi wisata pada masyarakat luas melalui lokasi cerita yang ditampilkan. Film jenis ini disebut film induced tourism atau film tourism Penelitian terapan berupa perancangan skenario ini dimaksudkan untuk mengenalkan kesenian rakyat Reog Wayang dan menyimpan informasi tentang Reog Wayang yang mulai ditinggalkan Selain dua tujuan di atas, perancangan skenario ini diharapkan bisa bermanfaat bagi wisata di daerah Bantul. Setting cerita fiksi ini adalah desa wisata yang memiliki kesenian Reog Wayang. Informasi wisata tidak ditampilkan dalam bentuk film dokumenter tetapı dalam bentuk film fiksı, karena diharapkan lebih menarik penonton untuk menyaksikannya.
Perancangan Skenario film "Mbarang" berkisah tentang seorang anak lakı lakı yang berjuang untuk bisa menari meski bapaknya melarang Perjalanan dia bertahan hidup dengan menari memberinya kejutan berupa perternuan dengan orang yang selama ini dia cari
Konsep penciptaan skenario ini adalah restricted narration atau penceritaan terbatas, dimana pada adegan (scene) yang dibuat beberapa informasi terbatas, sebagian informasi peristiwa dan karakter disimpan tidak ditunjukkan pada penonton dan menjadi kejutan pada akhir cerita
Penelitian terapan perancangan skenario "Mbarang" merupakan perancangan skenario yang melewati tahapan riset akan objek (Reog Wayang) maupun konsep estetik (restricted narration) yang selanjutnya diterapkan dalam skenario. Pertanggungjawaban atas penciptaan karya skenario dituliskan dalam artikel jurnal dan dicatatkan sebagai kekayaan intelektual Sebagai lanjutan dari penelitian terapan skenario ini adalah penciptaan film
Tidak tersedia versi lain