Penelitian
Konsep eco design tourism pada ruang terbuka hijau publik (RTHP) untuk peningkatan pariwisata budaya di kota Yogyakarta
Rota Yogyakarta sebagai wilayah perkotaan (lengan karaktcrislik Icclcgsccliaan tanah terbatas tak lepas dari pernnasalahan peayediaan kuantitas sendiri metupakan salah satu penerapan dari aspek environnjental PIOICCIIOI) yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan alan) dari tiga pilar utanja sustagnal)lc design yang terdiri economic grovvt/l, environmenta/ pro/ec/ion, dan socia/ ('(/lli/v, Sejalan dengan meningkatnya gerakan pengetnbangan ekowjsata, l)cmcrintah Yogyakarta juga serius memajukan beberapa potensi pariwisata yang dapat diaplikasikan menjadi konsep ekowisata Pada saat yang sanna pariwlsata budaya dan warisan budaya telah menjadi elemen penting untuk Inenarik wisatawan datang kc destinasi. Hal ini tentu berimplikasi pada pariwisata budaya dan budaya pariwisata. Konsep eco design ttourism dianggap sesuai (lengan Visi RI)JPD Kota Yogyakarta 2005-2025 adalah: "Rota Yogyakarta sebagai Kola Pendidikan Berkualitas, Pariwisata Berbasis Budaya dan Pusat Pclayanan Jasa, yang Berwawasan Lingkungan" yang salah satu lilisinya adalah Mcmpcrtahankan predikat Rota Yogyakarta sebagai Rota Pariwisata, Kota Budaya dan Kota Perjuangan. Tema Ecodesign diangkat karena melihat fenomena di perkotaan khususnya di Rota Yogyakarta bahwa kondisi lingkungan di Yogyakarta mengalalni penurunan sebagai dampak dari pembangunan. Pencemaran di pinggir kali sudah semakin parah, polusi udara meningkat, sedangkan kcsaciaran lingkungan masyarakat termyata masih rendah. Apalagi ditambah dengan konsep RTH yang hanya sebuah taman. Tema ecodesignjuga didasarkan atas regulasi pennerintah Kota Jogja bahwa pembangunan wilayah harus berdasar atas pembangunan yang berwawasan lingkungan.
Tidak tersedia versi lain