Tugas Akhir
Perancancangan visual book teknik cetak sustainable risograph bagi desainer grafis
Dalam era digital, desainer grafis kembali mengakui daya tarik media cetak setelah hasil penelitian neuromarketing dari True Impact menunjukkan bahwa media cetak lebih mudah diingat dan membutuhkan kemampuan kognitif manusia yang lebih sedikit dibandingkan media digital. Meskipun ada beragam teknik cetak yang dapat dieksplorasi, limbah dari teknik cetak digital dianggap tidak ramah lingkungan. Risograph, sebagai kombinasi teknik cetak saring dan digital, menarik perhatian di tengah pergeseran ke media digital, didukung oleh pameran seni dan sentimen nostalgia desainer grafis terhadap teknik cetak tradisional. Nilai sustainability Risograph, yang menggunakan tinta berbasis minyak kedelai dan memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah, sehingga hal tersebut menjadi sorotan. Maka, dengan informasi terbatas tentang Risograph di Indonesia mendorong langkah awal dalam merancang visual book ini untuk memberikan panduan lengkap, termasuk aspek teknis cetak dan dampak lingkungan. Pengumpulan data mencakup wawancara dengan narasumber terkait, serta analisis menggunakan metode 5W+1H dengan pendekatan kualitatif. Diharapkan, hasil analisis ini dapat menginspirasi desainer grafis untuk mengadopsi Risograph sebagai alternatif cetak berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran lingkungan dalam karya desain mereka.
Tidak tersedia versi lain