Tugas Akhir
Kurasi pameran Nandur Srawung #9 tahun 2022 di Taman Budaya Yogyakarta
Nandur Srawung merupakan pameran tahunan yang diselenggarakan oleh Taman Budaya Yogyakarta yang tiap tahunnya berupaya mempertahankan kesinambungan ideologinya. Ideologi “Srawung” yang bermakna kebersamaan terus dijunjung tinggi setiap tahun melalui tema yang kian adaptif dan bersambung. Konsistensi yang ditemukan pada skala dan gagasan pameran serta inovasi yang hadir melalui program-program tambahannya cukup menjadikan Nandur Srawung sebuah event yang menarik untuk dikaji. Melalui penelitian ini, Nandur Srawung dikaji pada aspek kurasinya, mulai dari bagaimana Nandur Srawung menentukan kurator-kuratornya, hingga analisis proses kurasi itu sendiri. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Proses kurasi Nandur Srawung #9 “Matrix//Mayapada” pada tahun 2022 akan dikaji menggunakan teori praktik kurasi oleh Suwarno Wisetrotomo dalam Buku Hulu Hilir Kuratorial Seni Rupa tahun 2020. Hasil penelitian yang dilakukan pada kerja kurasi tim kurator Nandur Srawung #9 membuktikan bahwa prosesnya memenuhi keempat poin yang terdapat pada buku, dan kesesuaian tersebut dijelaskan dengan menggunakan bagan langkah dan skema kerja kurator.
Tidak tersedia versi lain