Tugas Akhir
Godha
Godha merupakan karya tari video yang berangkat dari sosok ButaCakil
dalam Perang Kembang. Karya tari video ini menginterpretasikan sosok ButaCakil
sebagai simbol godaan nafsu sufiyah. Nafsu sufiyah merupakan nafsu kenikmatan
duniawi sebagai halangan dan rintangan dalam diri manusia. Metode penciptaan
karya tari Godha menggunakan metode eksplorasi, improvisasi, komposisi, yakni
tiga bagian utama dalam metode penciptaan atau pengembangan kreatif menurut
Hawkins yang kemudian digabungkan dengan metode Alma Hawkins dalam buku
berjudul Bergerak Menurut Kata Hati: Metoda Baru dalam Menciptakan karya tari
serta buku Koreografi Lingkungan (Revitalisasi Gaya Pemanggungan dan Gaya
Penciptaan Seniman Nusantara) oleh Hendro Martono.
Hasil dari karya ini yakni berupa tari video dengan durasi 10 menit 7 detik
diawali dengan koreografi tunggal dan diakhiri koreografi duet. Diambil
menggunakan teknik pengambilan video secara long take dan dengan sudut
pandang di antaranya, follow dan low angle. Motif gerak berpijak pada esensi gerak
coklekan diambil dari ciri khas gerak cakilan yang disajikan dalam koreografi duet.
Musik tari berformat MIDI (Musical Instrumen Digital Interface) dipadukan
dengan instrumen rebab dan tembang pangkur untuk memperkuat dramatik.
Pemanggungan dalam karya tari video ini berada di lingkungan pantai Goa Cemara,
dengan menghadirkan bambu, kain perca, balon, dan bakaran sampah sebagai
elemen pendukung artistik dalam karya tari video.
Terwujudnya karya tari video Godha ini menciptakan sebuah cerminan,
bahwa kehidupan ini penuh dengan godaan hawa nafsu yang harus dikendalikan
dengan penyadaran. Penyadaran diri manusia bahwa kenikmatan duniawi
merupakan hambatan dan rintangan menjadi nilai keluhuran yang patut dijadikan
tauladan dalam kehidupan.
Tidak tersedia versi lain