Tugas Akhir
Penekanan Situasi Tokoh Utama Melalui Teknik Long Focal Length dalam Sinematografi Film Pendek "Binatu"
Penciptaan karya film fiksi berjudul “Binatu” bertujuan untuk
memperlihatkan keadaan seseorang yang mengalami gangguan seksual yang dapat
merugikan masyarakat. Film “Binatu” menjadi salah satu alternatif tontonan untuk
mengingatkan kembali ke masyarakat agar berhati – berhati akan gangguan seksual
yang berada di lingkungan masyarakat. Karya film ini menekankan situasi tokoh
utama melalu teknik long focal length. Sinematografi menjadi unsur yang sangat
penting dalam sebuah film untuk merealisasikan naskah yang berhubungan dengan
rasa, makna, konteks, dan subteks emosional. Film “Binatu” menerapkan teknik
long focal length untuk menekankan situasi pada tokoh utama karena film ini
bercerita tentang seseorang yang mempunyai gangguan seksual (fetish). Penerapan
long focal length dipilih guna merepresentasikan situasi tokoh utama yaitu
seseorang yang mempunyai gangguan seksual (fetish) dalam pandangan kehidupan
nya. Melalui teknik long focal length diharapkan dapat mengarahkan perhatian
penonton pada tokoh utama sehingga dibangun dan mengkontruksi emosi ke dalam
setiap situasi. Penerapan long focal length disesuaikan dengan keberlangsungan
situasi pada tokoh utama. Kedalaman ruang dengan variasi penggunaan focal length
85mm dapat mengisolasi subjek. Efek tersebut yang dapat dirasakan oleh tokoh
utama. Dengan teknik long focal length dapat secara kuat merepresentasikan
penekanan situasi tokoh utama yang bergairah penuh nafsu, tegang, tertekan dan
terhimpit. Sehingga, akan mengurung dan membatasi ruang pandang gerak tokoh
utama yaitu Suryo maupun Murni dalam situasi tertentu. Melalui long focal length
dapat mengarahkan perhatian penonoton pada naratif dan juga mengkontruksi
emosi kedalam setiap situasi yang dialami oleh tokoh utama
Tidak tersedia versi lain