Tugas Akhir
Penggunaan Tanda Metaforis Sebagai Penguat Dramatisasi Cerita Pada Penyutradaraan Film Fiksi "Renjana"
Film juga berfungsi untuk menyuarakan ekspresi, kegelisahan dan
pemikiran penciptanya, seperti isu-isu tentang lingkungan, sosial, ekonomi, politik
dan lain sebagainya. Karena film dapat menyampaikan pesan maka dengan
demikian sangat penting atau perlu sekali membuat film dengan tema yang dekat
dan sedang marak di masyarakat seperti perselingkuhan, baik untuk menghibur
ataupun menegur perilaku perselingkuhan.
Penggunaan tanda metaforis dijadikan sebagai konsep utama pada
visualisasi film fiksi “Renjana” agar dapat memperkuat penceritaan dengan gaya
nonverbal dan meningkatkan dramatisasi cerita pada film fiksi “Renjana”. Tanda
metafora dipilih karena memiliki hubungan yang kuat terhadap sebuah adegan film
dengan komunikasi nonverbalnya yang cukup lugas. Tanda metafora yang dipilih
berdasar kemiripan atau similaritas yang dapat mewakilkan makna dari tanda itu
sendiri, salah satunya seperti penggunaan cincin kawin, gantungan kunci dengan
pola yang sama dipakai suami dan istri sebagai sebuah gambaran ikatan.
Film fiksi “Renjana” yang mengangkat isu dari korban perselingkuhan,
dengan penggunaan tanda metafora sebagai penguat dramatisasi cerita. Film fiksi
“Renjana” ini mengusung tema perjuangan dari kalangan menengah ke bawah yang
menceritakan tentang Wati seorang perempuan yang telah menikah selama tiga
tahun sedang berjuang menjalani hidup seorang diri setelah suaminya pergi
meninggalkannya. Kehidupannya menjadi buah bibir, statusnya yang seperti janda
dan kehamilannya menyebabkan beberapa masyarakat membicarakannya.
Tidak tersedia versi lain