Tugas Akhir
Kajian Semiotika Teater Pertunjukan Drama Tradisi Mendu Menghadang Maut Karya H. Sataruddin Ramli
Pertunjukan Mendu Menghadang Maut karya H. Sataruddin Ramli diselenggarakan oleh komunitas Pituah Enggang Institute serta disutradarai oleh Yudha Adhari. Perkembangan zaman menjadikan adanya kebaharuan dalam pertunjukan tersebut sehingga menghadirkan modifikasi tanda-tanda yang mewakili makna tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertunjukan dan tanda-tanda yang terdapat dalam pertunjukan Menghadang Maut menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure dan pendekatan segmentasi sistem tanda Tadeusz Kowzan. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menjelaskan makna tanda dalam pertunjukan Menghadang Maut karya H. Sataruddin Ramli. Hasil analisis semiotika menunjukkan bahwa adanya akulturasi nilai estetika dalam pertunjukan Menghadang Maut. Konflik antar tokoh protagonis dan antagonis yang dimenangkan oleh tokoh protagonis sejalan dengan tema yang mengajarkan kebaikan akan selalu menang melawan kejahatan dan mewujudkan tujuan didaktis dalam kesenian Mendu. Karakterisasi terakhir tokoh Raja yang otoriter merupakan bentuk kritik sosial yang ada dalam pertunjukan Menghadang Maut terhadap berbagai peristiwa di masa Orde Baru.
Tidak tersedia versi lain