Tugas Akhir
"Kenangan Dalam Perjalanan" Komposisi Musik Dengan Teknik Leitmotif Dalam Format Chamber
Komposisi musik “Kenangan Dalam Perjalanan” adalah karya program musik naratif yang menjadikan biografi Syafruddin sebagai ide utamanya. Dalam biografi ini, penulis menerbitkan dan mengembangkan karya Kisah Dalam Perjalanan yang diciptakan oleh Syafruddin semasa beliau remaja. Implementasi dan Struktur merupakan rumusan ide penciptaan dari karya musik “Kenangan Dalam Perjalanan”. Leitmotif digunakan sebagai unsur musikal untuk memadukan Kereta Api. Komposisi musik “Kenangan Dalam Perjalanan” melewati beberapa langkah pada proses penciptaan seperti penyusunan ide pembuatan dan penentuan judul, observasi kajian karya referensi. Langkah-langkah lainnya yaitu penentuan instrumen, eksplorasi, penyesuaian biografi dengan struktur musik dan penggarapan detail, serta notasi penulisan dilakukan sesuai dengan hasil dari tahap observasi. Terdapat tiga gerakan dan satu buah transisi pada karya musik “Kenangan Dalam Perjalanan” yaitu Gerakan I “Bel Stasiun”, Gerakan II “Kenangan Yang Tertinggal”, Gerakan III “Kampung Halaman” dan untuk musik transisi “Transisi Kereta Api”. Implementasi suara dan suasana yang diperjalanan terdapat di semua gerakan, namun yang paling mencolok ada pada Gerakan I “Bel Stasiun” dan musik transisi “Transisi Kereta Api”. Gerakan II “Kenangan Yang Tertinggal” merupakan gambaran kesedihan yang dialami oleh tokoh utama dicerita ini. Pada Movement III “Kampung Halaman” penulis berusaha menggambarkan perjalanan yang melewati persawahan yang indah, sehingga tiap Movementnya bisa membawa mood yang berbeda-beda. Gerakan II “Kenangan Yang Tertinggal”, Gerakan III “Kampung Halaman” dan untuk musik transisi “Transisi Kereta Api”. Implementasi suara dan suasana yang diperjalanan terdapat di semua gerakan, namun yang paling mencolok ada pada Gerakan I “Bel Stasiun” dan musik transisi “Transisi Kereta Api”. Gerakan II “Kenangan Yang Tertinggal” merupakan gambaran kesedihan yang dialami oleh tokoh utama dicerita ini. Pada Movement III “Kampung Halaman” penulis berusaha menggambarkan perjalanan yang melewati persawahan yang indah, sehingga tiap Movementnya bisa membawa mood yang berbeda-beda. Gerakan II “Kenangan Yang Tertinggal”, Gerakan III “Kampung Halaman” dan untuk musik transisi “Transisi Kereta Api”. Implementasi suara dan suasana yang diperjalanan terdapat di semua gerakan, namun yang paling mencolok ada pada Gerakan I “Bel Stasiun” dan musik transisi “Transisi Kereta Api”. Gerakan II “Kenangan Yang Tertinggal” merupakan gambaran kesedihan yang dialami oleh tokoh utama dicerita ini. Pada Movement III “Kampung Halaman” penulis berusaha menggambarkan perjalanan yang melewati persawahan yang indah, sehingga tiap Movementnya bisa membawa mood yang berbeda-beda. namun yang paling mencolok ada pada Gerakan I “Bel Stasiun” dan musik transisi “Transisi Kereta Api”. Gerakan II “Kenangan Yang Tertinggal” merupakan gambaran kesedihan yang dialami oleh tokoh utama dicerita ini. Pada Movement III “Kampung Halaman” penulis berusaha menggambarkan perjalanan yang melewati persawahan yang indah, sehingga tiap Movementnya bisa membawa mood yang berbeda-beda. namun yang paling mencolok ada pada Gerakan I “Bel Stasiun” dan musik transisi “Transisi Kereta Api”. Gerakan II “Kenangan Yang Tertinggal” merupakan gambaran kesedihan yang dialami oleh tokoh utama dicerita ini. Pada Movement III “Kampung Halaman” penulis berusaha menggambarkan perjalanan yang melewati persawahan yang indah, sehingga tiap Movementnya bisa membawa mood yang berbeda-beda.
Tidak tersedia versi lain