Tugas Akhir
Redesain Interior Ruang Seni Komunal Tumaritis Dengan Pendekatan Desain Berkelanjutan
Tumaritis merupakan ruang seni komunal ,berada di desa Gadingharjo, Samas, Bantul, Yogyakarta, Indonesia dengan ragam potensi sumberdaya alam, budaya hingga kreativitas masyarakat setempat. Tujuan utama objek ini adalah menjadi pusat kolaborasi dan kreativitas dengan menerapkan prinsip selaras antara alam dengan manusia. Memiliki 3 massa bangunan dengan masing-masing memiliki 2 lantai yang dibangun di atas lahan yang tidak begitu besar. Kondisi ruang yang sempit serta banyaknya aktivitas di dalamnya menyebabkan munculnya permasalahan kurangnya integrasi antar pengunjung serta kurangnya ruang untuk menunjang aktivitas. Perancangan kali ini bertujuan untuk merancang ulang interior ruang seni komunal yang dapat digunakan berbagai kegiatan pada lahan sempit. Perancangan Tumaritis mengusung konsep “Kolaborasi” dengan gaya “Lokal-Naturalis”, dimana sebagai ruang seni komunal tidak hanya memberikan fasilitas namun juga dapat menciptakan kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi hingga berkolaborasi dalam berbagai kegiatan seni-budaya serta memperlihatkan perpaduan identitas lokal dengan unsur alam yang menciptakan kesan alami dan menyatu dengan lingkungan sekitar, sehingga memberikan suasana yang menenangkan. Penggunaan ruang terbuka, dengan menentukan layout, sirkulasi dan petunjuk yang jelas serta memaksimalkan sumber energi alam, akan menjadi jawaban dari permasalahan keterbatasan lahan dan kurangnya integrasi antar pengunjung. Kata Kunci : Ruang Seni komunal, Kolaborasi , Lokal-Naturalis
Tidak tersedia versi lain