Tugas Akhir
Gandang Tigo dalam Bararak Pesta Perkawinan di Nagari Tabek Panjang Kecamatan Baso Kabupaten Agam Sumatera Barat
Gandang Tigo merupakan jenis alat musik perunggu, berbentuk seperti canang
yang memiliki karakteristik bunyi tersendiri. Nama Gandang Tigo merupakan
wujud falsafah orang Minangkabau yaitu, luhak nan tigo. Selain sebagai wujud
falsafah, Gandang Tigo memiliki peran dalam bararak pesta perkawinan.
Sehingga muncul rumusan masalah mengenai bagaimana struktur pola permainan
Gandang Tigo dan apa peran Gandang Tigo dalam acara bararak pesta
perkawinan di Nagari Tabek Panjang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam,
Sumatera Barat. Penelitian terhadap fenomena Gandang Tigo, menggunakan
metode kualitatif dengan pendekatan Etnomusikologis. Adapun teknik
pengumpulan data meliputi studi pustaka, observasi, wawancara, dokumentasi,
dan analisis data. Teori untuk membedah struktur pola permainan Gandang Tigo
menggunakan teori William P Malm, yang meliputi dua aspek musikal yaitu aspek
waktu terdiri dari tempo, pola ritme, meter, dan aspek melodi terdiri dari Scale,
Pitch Center, Range, Frequency of Notes, dan Prevalent Interval. Teori untuk
membedah peran Gandang Tigo menggunakan teori Sheldon Stryker yaitu peran
dan konsep diri (interaksi simbolik). Berdasarkan hasil penelitian mengenai
struktur pola permainan Gandang Tigo dalam bararak pesta perkawinan dapat
diketahui bahwa diawali, dibuka dan diakhiri dengan pola gandang induak dengan
pitch paling rendah, kemudian disambut dengan pola gandang tangah dan pola
gandang anak. Gandang Tigo dalam bararak pesta perkawinan memiliki peran
sebagai penentu strata sosial, penentu identitas, menciptakan suasana, dan sebagai
penggerak/penuntun jalannya bararak
Tidak tersedia versi lain