Tugas Akhir
Bandakala: Transformasi Karakter Pembayun Dalam Karya Komposisi Karawitan
Penelitian ini berangkat dari ketertarikan penulis terhadap sosok Pembayun
dalam naskah kethoprak. Pembayun merupakan anak dari seorang Raja Mataram
yaitu Panembahan Senopati. Pembayun dalam cerita kethoprak yang populer di
kalangan masyarakat adalah penari ledhek yang terkenal dengan kecantikannya.
Karakter Pembayun yang umum diperlihatkan adalah karakter yang licik karena ia
menyamar sebagai penari ledhek untuk memikat hati Ki Ageng Mangir IV yang
merupakan musuh dari Panembahan Senopati yaitu Raja Mataram. Oleh karena itu,
penulis menyimpulkan empat karakter dalam tokoh Pembayun, yaitu pemberani,
lembut, labil, dan bijaksana. Karakter tersebut diperoleh melalui wawancara, bedah
naskah, serta melihat pertunjukan kethoprak yang berkaitan dengan Pembayun.
Hasil kesimpulan menujukkan bahwa karakter Pembayun dapat ditransformasikan
melalui pendekatan konsep pathet dan struktur dramatik. Konsep pathet yang
digunakan dalam komposisi ini antara lain pathet slendro sanga dan pathet pelog
barang serta srtuktur dramatik yang bertujuan untuk memberikan alur dramatik
agar keempat karakter tersebut menjadi satu kesatuan yang utuh. Tujuan penelitian
ini adalah mentransformasikan karakter Pembayun ke dalam karya komposisi
karawitan yang berjudul Bandakala. Komposisi ini menggunakan konsep pathet
dan teori “Rasa In Javanese Musical Aesthetics” Marc Benamou. Karya ini
menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi naratif.
Tahapan perwujudan karya dilakukan melalui pra garap, garap, dan pasca garap.
Adapun struktur dramatik yang digunakan dalam karya komposisi ini antara lain,
eksposisi, komplikasi, konflik, dan reversal
Tidak tersedia versi lain