Berita

Pengumuman Pemenang Lomba Desain Photobooth Perpustakaan

Pameran Koleksi Perpustakaan 2025

Pada Saat Pembelajaran Daring Layanan Perpustakaan Tetap Buka

Lomba Desain Photobooth

Pengumuman Layanan Yudisium-Wisuda

Pengumuman Layanan Perpustakaan Selama Libur Nasional Dan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1446 H

Kegiatan Workshop Pemanfaatan Perpustakaan Berjalan Lancar

Kegiatan Tanya Pustakawan #1: Layanan Bebas Pustaka & Unggah Mandiri Berjalan Lancar

Info Wisuda 2025: Tanya Pustakawan #1- Layanan Bebas Pustaka & Unggah Mandiri

Layanan Pengecekan Turnitin

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta

  • Beranda
  • Informasi
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Pasemoning Joged Bedhaya Bedhah Madiun di Kraton Yogyakarta: Kajian Makna Simbolis

INDRASARI, Rahma - Nama Orang;

Tari bĕdhaya diketahui sudah ada dari ratusan tahun yang lalu semenjak Sultan Hamengku Buwono I (1755 – 1792). Setiap Sultan yang bertahta selalu memproduksi/menciptakan tari bĕdhaya yang baru yang menjadi representasi Sultan. Oleh karena Sultan selalu memproduksi bedhaya, maka tarian ini memiliki fungsi kultural sangat penting yang memiliki kedudukan sebagai atribut kekuasaan dari sang Raja. Bĕdhaya Bedhah Madiun yang menjadi objek penelitian ini mengisahkan tentang Panembahan Senopati yang bertujuan memperluas wilayah kekuasaan hingga ke wilayah Pulau Jawa bagian timur, termasuk daerah Madiun dan sekitarnya. Penelitian ini menelaah tentang sebuah genre tari yang terdapat di Kraton Yogyakarta yaitu Bĕdhaya Bedhah Madiun dengan menggunakan perspektif interaksionisme simbolik. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Etnokoreologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif. Kredibilitas data dilakukan dengan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, dari simbol-simbol yang nampak secara fisik pada penyajian tari bĕdhaya yang dianggap sebagai pusaka merupakan simbol antara Tuhan dan manusia, sebagaimana tujuan manusia dalam mewujudkan cita-cita manunggaling kawula-Gusti. Kedua, Penggunaan keris dalam tari bĕdhaya juga memiliki istilah curiga manjing warangka, warangka manjing curiga yang berarti keris bersatu dalam sarung keris, sarung keris yang bersatu dengan keris. Keris dalam tari bĕdhaya memiliki arti sipat kandel yang melambangkan ketajaman pikir dan kelembutan hati. Sipat kandel ini merupakan pusaka andalan dimana seseorang (dalam hal ini adalah raja) yang memiliki sipat kandel kepemimpinannya akan langgeng dan lebih berwibawa. Ketiga, Bedhaya Bedhah Madiun yang bercerita tentang Panembahan Senapati memperistri Retna Dumilah untuk memperluas wilayah kekuasannya, yang dapat dimaknai mengalahkan musuh tanpa membunuh tapi melalui cinta. Politik perkawinan bukan merupakan hal yang baru di Jawa dengan meminjam idiom Jawa yaitu nglurug tanpa bala menang tanpa ngasorake yang berarti berjuang tanpa masa, menang tanpa ada yang mempermalukan lawan. Keempat, dari peristiwa pernikahan trah Mataram tersebut dapat dikatakan sebuah rekonsiliasi budaya yang direpresentasikan melalui Bedhaya Bedhah Madiun.


Ketersediaan
#
Ruang Skripsi TES/ST/Ind/p/2023
KT20231577
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - BACA DI TEMPAT
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
TES/ST/Ind/p/2023
Penerbit
Yogyakarta : PPS ISI Yogyakarta., 2023
Deskripsi Fisik
x, 155 hal.: ilus.; lamp., 29 cm.
Bahasa
INDONESIA
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
TES/ST/Ind/p/2023
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Makna Simbolik
Bedhaya Bedhah Madiun
Pasemon
Info Detail Spesifik
Bibliografi hal: 101-106
Pernyataan Tanggungjawab
Rahma Indrasari; pembimbing utama, Bambang Pudjasworo
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Visitor
  • Login Pustakawan

  • Beranda
  • Kirim Saran & Pertanyaan
  • Usul Tambah Koleksi
  • OPAC Pascasarjana
  • Koleksi Digital
  • E-Journal

Tentang Kami

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta merupakan perpustakaan perguruan tinggi negeri dengan nilai akreditasi “A” yang didalamnya memberikan beberapa layanan perpustakaan yaitu Layanan sirkulasi, Layanan referensi, Layanan Tugas Akhir (skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian), Layanan terbitan berkala (jurnal, majalah, koran, buletin, tabloid), Layanan fotokopi, Layanan penelusuran informasi dan pustaka elektronik, Layanan Soedarso corner, dan layanan Journal online. Perpustakaan juga dilengkapi dengan laboratorium komputer dan laboratorium bahasa


Statistik Pengunjung Online

Cari

Custom Search



© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik