Tugas Akhir
Potret Uyau Moris dalam Mengenalkan dan Melestarikan Sape Melalui Film Dokumenter "Suara Sape"
Sape merupakan alat musik tradisional khas suku Dayak yang di turunkan secara turun-temurun oleh leluhurnya. Sampai saat ini alat musik Sape masih dipergunakan sebagai instrumen pendukung dalam kegiatan yang berhubungan dengan musik pada masyarakat Dayak. Teknologi pastinya memiliki sisi positif dan negatif dalam berbagai hal, dari sudut pandang negatif, kaum milenial saat ini cenderung cuek dengan sosial budaya. Karena dengan segala hal yang memudahkan di berbagai aspek kehidupan, teknologi bisa dengan cepat mengubah suatu budaya. Anak muda saat ini jarang sekali berminat dalam mempertahankan budaya tradisional Indonesia, dan mereka jarang memahami tarian dan alat musik tradisional termasuk Sape. Genre potret pada film dokumenter ini akan mengangkat kisah dari narasumber tunggal yaitu Uyau Moris yang dapat menginspirasi penonton terutama generasi muda. Kisah hidup dan upaya memperkenalkan dan melestarikan Sape ini akan menggunakan struktur kronologis atau berdasarkan runtutan waktu kejadian dari awal hingga sekarang. Menggunakan gaya expository akan membant narasumber untuk menyampaikan informasi dan pesan dari film ini. Kelebihan dari penciptaan karya ini yaitu terletak pada kisah subjeknya. Dizaman seperti saat ini sangat susah menemukan seseorang yang masih muda dari segi usia dan mau mendedikasikan hidupnya untuk menjaga dan memperkenalkan alat musik tradisional yang di turunkan secara turun-temurun oleh para leluhur.
Tidak tersedia versi lain