Tugas Akhir
"Mantra" Alih Wahana Tipografi Non-Konvensional pada Puisi Sutardji Calzoum Bachri ke dalam Komposisi Musik
Sutardji Calzoum Bachri adalah sastrawan Indonesia yang terkenal karena membebaskan kata-kata pada karya puisinya. Pandangan Sutardji untuk memberikan kebebasan seluas-luasnya pada kata-kata ternyata juga berpengaruh pada cara penulisan Sutardji dalam aspek peruangan puisi yang tidak lazim sehingga puisi-puisi Sutardji memiliki tipografi yang unik dan tidak konvensional. Tipografi pada puisi Sutardji yang ambigu dan berpotensi untuk tidak dapat dijelaskan secara verbal, menjadi latar belakang penulis untuk mengalihwahanakan puisi yang memiliki aspek non-semantik secara tipografi ke dalam musik yang pada dasarnya tidak semantik atau non-verbal. Di samping itu, pada umumnya karya musik yang berangkat dari puisi merupakan puisi yang bersifat konvensional dari aspek tipografinya. Komposisi musik berangkat dari empat puisi Sutardji yang dipilih penulis dengan mempertimbangkan aspek tipografi yang kuat dan variatif antar satu dengan yang lainnya. Dalam melakukan pengalihwahanaan puisi ke dalam komposisi musik, penulis mencoba melakukan komparasi analogis antara aspek tipografi pada puisi dengan aspek yang selaras pada musik. Penulis menemukan hasil komparasi analogis bahwa tata letak kata-kata pada karya puisi selaras dengan tata letak pemain sebagai sumber bunyi pada karya musik. Ekplorasi tata letak sumber bunyi pada karya musik menghasilkan musik spasial yang perlu menggunakan teknik modulasi spasial untuk mewujudkannya. Karya digarap dalam format paduan suara karena dibutuhkan kondisi pemain yang dapat melakukan perpindahan tempat secara efektif.
Tidak tersedia versi lain