Tugas Akhir
Analisis Koreografi Tari Merak Driya Karya Tejo Sulistyo
Tari Merak Driya merupakan salah satu tari kreasi baru yang diciptakan oleh
Tejo Sulistyo pada tahun 2011 di Klaten Jawa Tengah. Tari ini adalah tari yang
menggambarkan tingkah laku kehidupan burung merak. Tari Merak Driya
berfungsi sebagai tari hiburan. Iringan tari menggunakan gamelan jawa meliputi
kendhang jaipong, demung, saron, peking, bonang barung, bonang penerus,
kenong, kempul, dan gong. Dalam proses penciptaannya Tari Merak Driya
terinspirasi dari Tari Merak Subal karya S.Maridi yang dikembangkan mulai sikap
(cak) dan bentuk tarinya sehingga mewujudkan tari baru yaitu tarian burung merak
yang begitu indah, menarik, lincah dan anggun.
Penelitian ini menggunakan pendekatan koreografi yang dikemukakan oleh
Y.Sumandiyo Hadi yang bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan aspek
bentuk, teknik, dan isi. Ketiga konsep tersebut merupakan satu kesatuan bentuk tari
yang dapat dipahami secara terpisah. Aspek bentuk dianalisis dengan prinsip
kebentukan meliputi keutuhan, variasi, repetisi, transisi, rangkaian, dan klimaks.
Aspek teknik menganalsis bentuk, sikap dan teknik kepenarian. Aspek isi
menganalisis tentang isi atau makna dari elemen-elemen dalam Tari Merak Driya.
Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam aspek bentuk Tari Merak Driya
memiliki motif gerak yang bervariasi. Variasi dapat ditemukan dari banyaknya
gerak yang mengalami pengembangan. Dalam aspek teknik Tari Merak Driya
cenderung menggunakan teknik gerak tari Jawa pada umumnya. Tari ini memiliki
makna penggambaran tingkah laku burung merak. Gerak keseluruhan Tari Merak
Driya dominan menggunakan gerak-gerak dengan ruang yang luas dan volume
besar. Level gerak menggunakan level sedang, dan tinggi. Tempo geraknya sedang
menuju cepat.
Tidak tersedia versi lain