Tugas Akhir
Visualisasi hutan ibu suku Moi Kelim sebagai motif batik pada busana kasual eco-friendly
Indonesia menjadi salah satu rumah bagi hutan hujan terbesar ketiga di dunia dengan keanekaragaman hayati, flora dan fauna yang beragam. Namun saat
ini hutan-hutan di Indonesia sedang terancam keberadaannya karena deforestasi. Keanekaragaman tersebut perlu dijaga dan dilestarikan. Suku Moi Kelim menjaga
hutan lembah kalasow, tepatnya di Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Hubungan selaras bagaikan ibu dan anak suku Moi Kelim dan hutan menjadi daya tarik penulis untuk menjadi sumber ide penciptaan. Metode penciptaan yang digunakan dalam penciptaan tugas akhir ini adalah metode penciptaan. SP Gustami, tentang tiga tahap enam langkah dalam menciptakan karya kriya, dimulai dari tahap eksplorasi, tahap perancangan, dan tahap perwujudan. Hasil yang dicapai adalah batik tulis dengan motif stilasi suku Moi Kelim diaplikasikan ke dalam busana kasual eco-friendly, berjumlah delapan karya. Bahan-bahan ramah lingkungan mulai dari kain serat alam yaitu katun primisima sebagai bahan kain batiknya, penggunaan pewarna alami Tegeran, Tingi, jolawe dan indigovera sebagai pewarna batiknya, kancing batok sebagai pelengkap busana, dan kain lurik sebagai kain kombinasi busana.
Tidak tersedia versi lain