Tugas Akhir
Penerapan Ritme Sinematik untuk Mendukung Relational Conflict Dalam Penyutradaraan Film Fiksi "ASA"
Fenomena pandangan negatif terhadap anak berkebutuhan khusus terutama anak Attention-Deficit/Hyperactive Disorder (ADHD) masih banyak terjadi di Indonesia dan berawal dari kedekatan sutradara dengan anak hiperaktif muncullah ide pembuatan film fiksi ASA. Landasan teori yang digunakan pada film ASA adalah teori konflik, relational conflict, dan ritme sinematik. Film fiksi “ASA” dikemas dengan konsep ritme sinematik untuk mendukung relational conflict yang terjadi antara tokoh-tokoh nya yang diharapkan mampu menyampaikan emosi dan membangun dramatik secara visual kepada penonton dan untuk merepresentasikan bahwa setiap orang memiliki sudut pandang dan caranya masing-masing dalam menghadapi suatu masalah. Ritme sinematik untuk mendukung relational conflict diterapkan pada beberapa scene, seperti pada scene 2, scene 4, scene 8, scene 10, scene 12, scene 13, scene 14, dan scene 18 dengan mengelola pergerakan pemain, pergerakan kamera, pacing editing, dan juga tempo musik. Penyutradaraan film fiksi “ASA” dalam pembuatan film sangat memiliki peranan yang sangat penting khususnya dalam mengelola karakter atau tokoh yang berperan dalam ceritanya agar mampu menyampaikan suatu informasi dengan sangat baik.
Tidak tersedia versi lain