Tugas Akhir
Gondang Uning-Uningan dalam Acara Bona Taon pada Masyarakat Batak Toba di Yogyakarta
Bona Taon di Yogyakarta merupakan sebuah acara syukuran Tahun Baru yang umunya dilaksanakan oleh suatu kelompok marga, satu kampung (parsahutaon), atau pun sebuah organisasi atau komunitas Batak. Bona Taon kerap diperlakukan secara ekslusif di Yogyakarta, dinilai dari hadirnya Gondang Uning-uningan pada saat bagian acara manor-tor. Untuk mengkaji fenomena ini, metode yang dilakukan adalah menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnomusikologi. Teori yang digunakan untuk menjelaskan keseluruhan penyajian acara Bona Taon adalah Performance Studies oleh Richard Schechner, dan menjelaskan fungsi Gondang Uning-Uningan dengan menggunakan teori fungsi musik oleh Alan P. Merriam. Dari hasil kajian dapat dikemukakan bahwa Gondang Uning-uningan hadir untuk memenuhi kebutuhan penyajian acara dalam acara manor-tor, kaitannya adalah memperkuat modal budaya di tanah perantauan. Bentuk penyajian ansambel ini dapat diketahui dalam analisis salah satu repertoar Gondang Marnini Marnono yang merupakan salah satu lagu yang berbentuk instrumental. Sementara itu fungsi dari Gondang Uning-uningan dalam acara Bona Taon adalah fungsi hiburan, fungsi reaksi jasmani, fungsi komunikasi, fungsi kesinambungan budaya, fungsi pengintegrasian masyarakat.
Kata kunci: Bona Taon, Gondang Uning-uningan dan Tor-tor.
Tidak tersedia versi lain