Tugas Akhir
Epiteta Perkawinan Aruna dalam Pewayangan Analisis Jenis dan Makna
Dalam cerita pewayangan, salah satu tokoh besar yang paling terkenal
adalah Arjuna. Arjuna diketahui banyak memenangkan peperangan bersama para
Pandawa. Arjuna juga dikenal sebagai tokoh yang berhasil banyak melakukan
perkawinan karena kepribadian dan ketampanannya. Dari banyak kemenangan
dalam peperangan dan keberhasilannya melakukan banyak perkawinan, Arjuna
dianggap sebagai salah satu tokoh yang sangat diagungkan hingga diberi julukan
lananging jagat dan wanodya sulistya jinatukrama. Penelitian ini berusaha
mempertanyakan “keagungan” Arjuna tersebut dengan meninjau kembali motifmotif
lain di balik banyaknya pernikahan yang dilakukan oleh Arjuna seperti
motif kepentingan politik. Untuk menjawab motif lain di balik banyak
perkawinan, penelitian ini fokus pada lakon Ciptoning Mintorogo dengan menitik
beratkan pada jenis perkawinan dan makna perkawinan Arjuna. Penelitian
dilakukan dengan cara membandingkan peristiwa perkawainan Arjuna dengan
kategori-kategori perkawinan Helen Creese. Perbandingan ini dilakukan dengan
tujuan untuk menemukan motif lain dari kategori-kategori umum Helen Creese.
Analisis bentuk perkawinan tersebut menghadirkan makna lain. Untuk
menemukan makna lain dari peristiwa perkawinan Arjuna digunakan analisis
hermeneutik Paul Recoeur dengan menganalisis teks dan jalinan peristiwanya.
Berdasarkan hasil analisis hermeunetik, dapat disimpulkan bahwa makna lain dari
perkawinan Arjuna dalam lakon Ciptoning Mintorogo merupakan sebuah upaya
politik Arjuna untuk mendapatkan dukungan dan meraih kemenangan dalam
perang Baratayudha.
Tidak tersedia versi lain