Penelitian
Proses Eksperimentif Penciptaan Musik Batu
Batu, merupakan material alam yang sarat dengan nilai edukasi, nilai filosofi dan spiritual. Sifat maupun morfologiatu memiliki kekhasan sifat maupun karakter sehingga memungkinkan untuk diekplorasi sebagai elemen media bunyi. . Keras dan kakunya batu juga menyimpan banyak aspek ilmu pengetahuan di dalamnya. Dalam dunia kesenian, telah banyak seniman menggunakan material batu sebagai media ekspresi proses kreativitasnya, seperti dalam bentuk karya seni rupa tiga dimensi, maupun seni patung pahatan. Berbagai monument era klasik diabadikan dalam bangunan batu sperti candi, melalui proses rumit namun detail ekspresi keindahan dihasilkan dengan media batu (keras). Banyak lukisan tradisional China dan Jepang lahir karena 'kecantikan' batu. Tak terkecuali pada dunia musik, keberadaan musik bermediakan batu bisa dilacak pada beberapa situs megalith, yaitu berupa temuan kepingan batu bernada baik di Indonesia maupun negara tetangga seperti lithophone (berumur antara 3000-2000 tahun lalu) di Vietnam. Instrumentalempong batu Talang Anau di Payah Kumbuh Sumatera Barat salah satu bukti artefak benda seni instrument musik berbahan dasar batu serta memiliki daya spiritual yang diyakini oleh masyarakat setempat. Dari konteks tersebut penulis menjadikan batu sebagai sebuah media ekspresi proses kreatif ke dalam bentuk karya musik multi media atau mixed media dengan respon intuitif musikalitas, gerak, serta rupa. Momentum ini diharapkan akan mengukuhkan kedua unsur kreatif ekperimentatif (teks dan konteks). Yaitu, suatu pencapaian karya seni yang menyatu dengan alam dan terbebas dari idiom-idiom teknis, sekaligus dapat menemukan konsep pembuatan musik baru di luar mainstream.
Tidak tersedia versi lain