Penelitian
Drama Audio "Tutur Tinular" Karya S.Tidjab Kajian Estetika Sosial Theodor W. Adorno
Drama audio di Indonesia yang mencapai kejayaan pada 1980-1990-an dengan latar sejarah kerajaan masa lampau (Mataram Kuno, Kediri, Singasari, Majapahit, hingga Mataram Islam. Penggunaan latar sejarah oleh para penulis naskah drama audio seperti S. Tidjab dengan serial Tutur Tinular dengan jumlah 720 seri atau 24 episode menunjukkan kemampuan kreatif dan kreator dalam masyarakat industri di Era Orde Baru. Karya drama audio Tutur Tinular dalam kajian estetika sosial Adorno akan ditelaah pengkodifiksian seni (drama audio) dalam ranah industri yang menggubah aspek artistik dan estetik dalam masyarakat modern sebagai seni massa, namun tetap menghadirkan sikap kritis kepada masyarakatnya. Tujuan kajian estetika sosial Adorno dengan drama audio Tutur Tinular agar dapat dianalisis penyebab kehadiran dan bentuk drama audio yang tampaknya kompromi dengan industri dan penguasa, sebenarnya memiliki pesan kritis dan melakukan perlawanan atas realitas sosial atau estetika mimesis transformatif. Metode yang digunakan dengan analisis wacana yaitu mengolah data dari teks rekaman drama audio Tutur Tinular sebagai sumber utama kajian yang dilengkapi dengan analisis proses produksi dan keterkaitan dengan teks lain (interteks) serta hubungannya dengan konteks masyarakatnya, serta telaah pustaka dan wawancara dengan para kreatornya. Luaran penelitian : 1) Makalah Semianr Naisonal; 2) Publikasi Jurnal {Imiah Sinta 2 (Jumal Mudra, ISI Denpasar) atau Sinta 3 Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Pendidikan Ganesha), 3) HAKI Estetika Sosial untuk Kajian Drama Audio (Teori, Metode dan Aplikasi), dan 4) Buku ajar : Estetika Sosial Adorno untuk Kajian Drama Audio (Teori, Metode dan Aplikasi)
Tidak tersedia versi lain